Turbin Angin Sumbu Horizontal, Cara Kerja dan Kelebihannya
Kelebihan dan Kelemahan Turbin Angin Sumbu Horizontal

Turbin Angin Sumbu Horizontal, Cara Kerja dan Kelebihannya. Turbin angin sumbu horizontal (TASH) Turbin angin sumbu horizontal (TASH) memiliki poros rotor utama dan generator listrik di puncak menara. Turbin berukuran kecil diarahkan oleh sebuah baling-baling angin (baling-baling cuaca) yang sederhana, sedangkan turbin berukuran besar pada umumnya menggunakan sebuah sensor angin yang digandengkan ke sebuah servo motor.
Sebagian besar memiliki sebuah gearbox yang mengubah perputaran kincir yang pelan menjadi lebih cepat berputar. Karena sebuah menara menghasilkan turbulensi di belakangnya, turbin biasanya diarahkan melawan arah anginnya menara.
Bilah-bilah turbin dibuat kaku agar mereka tidak terdorong menuju menara oleh angin berkecepatan tinggi. Sebagai tambahan, bilah-bilah itu diletakkan di depan menara pada jarak tertentu dan sedikit dimiringkan. Karena turbulensi menyebabkan kerusakan struktur menara, dan realibilitas begitu penting, sebagian besar TASH merupakan mesin upwind(melawan arah angin).
Meski memiliki permasalahan turbulensi, mesin downwind(menurut jurusan angin) dibuat karena tidak memerlukan mekanisme tambahan agar mereka tetap sejalan dengan angin, dan karena di saat angin berhembus sangat kencang, bilah-bilahnya bisa ditekuk sehingga mengurangi wilayah tiupan mereka dan dengan demikian juga mengurangi resintensi angin dari bilah-bilah itu.
Kelebihan Turbin Angin Sumbu Horizontal (TASH)
- Dasar menara yang tinggi membolehkan akses ke angin yang lebih kuat di tempat-tempat yang memiliki geseran angin (perbedaan antara laju dan arah angin) antara dua titik yang jaraknya relatif dekat di dalam atmosfir bumi. Di sejumlah lokasi geseran angin, setiap sepuluh meter ke atas, kecepatan angin meningkat sebesar 20%.
Kelemahan Sumbu Horizontal (TASH)
- Menara yang tinggi serta bilah yang panjang sulit diangkut dan juga memerlukan biaya besar untuk pemasangannya, bisa mencapai 20% dari seluruh biaya peralatan turbin angin.
- TASH yang tinggi sulit dipasang, membutuhkan derek yang yang sangat tinggi dan mahal serta para operator yang tampil.
- Konstruksi menara yang besar dibutuhkan untuk menyangga bilah-bilah yang berat, gearbox, dan generator.
- TASH yang tinggi bisa memengaruhi radar airport.
- Ukurannya yang tinggi merintangi jangkauan pandangan dan mengganggu penampilan landskape.
- Berbagai varian downwindmenderita kerusakan struktur yang disebabkan oleh turbulensi.
Apa Fitur Utama Turbin Angin Horizontal?
Turbin angin horizontal merupakan salah satu jenis turbin angin yang paling banyak digunakan di antara produk energi alternatif untuk memperoleh energi angin.
Pada turbin tersebut, sumbu rotasi sejajar dengan arah angin, dan sayap tegak lurus dengan arah angin. Jenis turbin angin yang paling umum saat ini di pasaran adalah Horizontal Wind Turbine. Turbin horizontal ditempatkan di atas permukaan yang berputar agar angin bisa bertiup lebih baik dari depan.
Dalam turbin ini, rotor berputar lebih cepat karena jumlah bilah rotor berkurang. Secara umum turbin angin jenis ini sebaiknya dipasang pada ketinggian 20-30 meter dan 10 meter di atas pembatas sekitarnya. Ada banyak jenis turbin angin horizontal. Beberapa contoh turbin angin adalah turbin angin yang menerima angin dari depan atau belakang, sayap tunggal, sayap ganda, tripel atau multi sayap.
Apa itu Kontrol Pitch di Turbin Angin?
Seperti kita ketahui, turbin angin merupakan salah satu produk energi alternatif yang paling umum digunakan untuk efisiensi energi yang tinggi. Tentunya setiap turbin angin memiliki keunggulan tersendiri karena struktur, bentuk dan fungsinya. Secara umum, turbin angin memiliki banyak tindakan pencegahan dan fungsi yang dirancang untuk kondisi cuaca ekstrim. Turbin angin horizontal dan lainnya memiliki sistem Kontrol Pitch bawaan.
Angin selalu bertiup ke arah yang sangat berbeda sepanjang tahun, bukan dari tempat yang sama. Turbin angin juga memiliki sayap dan mekanisme yang dirancang untuk memutar turbin ke arah angin untuk menghasilkan listrik yang maksimal. Dengan sistem Pitch Control, sayap turbin angin berputar untuk menentukan arah angin, dan seluruh turbin diputar searah angin dengan mekanisme pitch.



