MaterialTips & Trik

Tipe Korosi pada Logam yang Perlu Diketahui

Karat yang muncul di satu titik kecil pada permukaan baja sering dianggap masalah sepele — padahal jenis korosi tertentu justru paling berbahaya ketika bentuknya kecil dan terlokalisasi, karena bisa menyebabkan kegagalan struktur meski kehilangan materialnya relatif sedikit. Memahami berbagai tipe korosi membantu mendiagnosis penyebab kerusakan logam secara lebih akurat, dan menentukan langkah pencegahan yang tepat.

Korosi adalah proses kerusakan logam akibat reaksi kimia atau elektro-kimia dengan lingkungan sekitarnya, dan menjadi masalah utama di industri konstruksi yang banyak menggunakan logam untuk keperluan struktural. Berikut tipe-tipe korosi pada logam yang umum ditemui.

Korosi Atmosferik

Jenis korosi basah yang disebabkan reaksi elektrolit seperti uap air di atmosfer, air hujan, dan sejenisnya yang bertindak sebagai elektrolit, memicu korosi pada permukaan logam yang terpapar langsung dengan udara terbuka.

Korosi Pengikisan (Erosion Corrosion)

Disebabkan abrasi mekanis akibat gerakan antara permukaan logam dan cairan korosif. Permukaan logam secara bertahap rusak oleh abrasi cairan yang bergerak cepat, menimbulkan rongga pada permukaannya. Jenis korosi ini umum ditemukan pada pipa logam yang mengalirkan cairan dengan kecepatan tinggi.

Baca Juga:  Lilin Aromaterapi: Panduan Lengkap Cara Membuat, Jenis Wax, dan Pilihan Aroma 2026

Korosi Selektif (Dealloying)

Terjadi pada logam campuran (alloy) di mana salah satu komponen logam bereaksi lebih aktif terhadap lingkungan sekitar, menyebabkan korosi yang sifatnya parsial. Contohnya terlihat pada pipa kuningan yang menggunakan seng sebagai bahan campuran — seng inilah yang lebih rentan mengalami korosi selektif. Kasus serupa juga terjadi pada tabung berbahan tembaga-nikel, di mana nikel dalam campuran logam tersebut yang lebih rentan mengalami korosi selektif.

Korosi Seragam (Uniform Corrosion)

Terjadi ketika lapisan karat terbentuk pada permukaan logam dan terus berkembang menyebar ke seluruh area permukaan, biasanya karena tidak ada perawatan atau titik awal terbentuknya karat tidak terdeteksi sejak dini.

Korosi Berlubang (Pitting Corrosion)

Bentuk korosi lokal yang terbatas pada area kecil, dengan bentuk lubang karat yang umumnya menyerupai hemisfer (setengah bola). Korosi ini terjadi ketika lapisan oksida pelindung permukaan rusak atau akibat cacat struktural pada logam. Jenis korosi ini cukup berbahaya karena bisa menyebabkan kegagalan struktur meski kehilangan material logam secara keseluruhan relatif rendah — sering ditemukan pada baja, aluminium, dan paduan nikel.

Baca Juga:  Manfaat Material Bambu untuk Eksterior Bangunan

Korosi Tekanan (Stress Corrosion Cracking)

Disebabkan kombinasi lingkungan korosif dan tekanan mekanis pada permukaan material. Pada tahap awal, retakan-retakan kecil berkembang dan akhirnya menyebabkan kegagalan seluruh struktur. Jenis korosi ini umum ditemukan pada baja tahan karat yang tertekan di lingkungan mengandung klorida, atau material kuningan yang sering terpapar amonia.

Kenapa Penting Mengenali Jenis Korosi yang Terjadi

Setiap tipe korosi memiliki mekanisme dan penyebab yang berbeda, sehingga pendekatan pencegahan dan penanganannya pun berbeda. Korosi seragam yang tampak jelas di permukaan mungkin cukup ditangani dengan pelapisan ulang, sementara korosi berlubang atau korosi tekanan yang tidak selalu terlihat kasat mata membutuhkan inspeksi lebih mendalam karena berpotensi menyebabkan kegagalan struktural mendadak meski kerusakan yang terlihat dari luar tampak minim.

Langkah Pencegahan Umum

  • Pelapisan pelindung — cat, galvanisasi, atau lapisan anti korosi lain untuk menghalangi kontak langsung logam dengan lingkungan korosif.
  • Pemilihan material yang tepat — menyesuaikan jenis logam atau paduan dengan kondisi lingkungan spesifik tempat logam akan digunakan.
  • Inspeksi rutin — terutama untuk struktur yang berisiko mengalami korosi berlubang atau korosi tekanan yang sulit terdeteksi secara visual.
  • Kontrol lingkungan — mengurangi paparan terhadap kelembaban, bahan kimia korosif, atau kondisi mekanis yang memicu korosi.
Baca Juga:  Kipas Exhaust Fan Untuk Kamar Mandi Memberi Segudang Manfaat

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Tipe korosi mana yang paling berbahaya bagi struktur bangunan?
Korosi berlubang dan korosi tekanan tergolong paling berbahaya karena bisa menyebabkan kegagalan struktural signifikan meski kehilangan material logam secara keseluruhan relatif kecil, membuatnya sulit terdeteksi tanpa inspeksi mendalam.

Apakah semua logam campuran (alloy) rentan terhadap korosi selektif?
Tidak semua, namun paduan logam yang mengandung dua atau lebih elemen dengan reaktivitas elektrokimia berbeda (seperti kuningan dengan seng, atau paduan tembaga-nikel) lebih rentan mengalami jenis korosi ini.

Bagaimana cara mendeteksi korosi tekanan sebelum terjadi kegagalan struktur?
Inspeksi menggunakan metode non-destruktif seperti uji ultrasonic atau pemeriksaan visual dengan bantuan pembesaran pada area yang berisiko tinggi terpapar kombinasi tekanan mekanis dan lingkungan korosif, seperti area yang terpapar klorida atau amonia secara terus-menerus.

Amanda Sharara Roshi

Amanda Sharara adalah tech reviewer yang percaya bahwa gadget terbaik bukan yang punya spesifikasi tertinggi — tapi yang paling pas dengan kehidupan nyata penggunanya. Pendekatannya terhadap review selalu menempatkan manusia di tengah: siapa yang akan pakai, bagaimana, dan dalam kondisi seperti apa. Amanda telah menguji ratusan perangkat — dari flagship premium hingga HP entry-level yang menjadi andalan jutaan keluarga Indonesia. Di luar dunia gadget, ia pencinta kopi, fotografi jalanan, dan sesekali curhat soal baterai HP yang habis di waktu paling tidak tepat.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Non Aktifkan Adblocker untuk Bisa membaca Artikel Kami