Konstruksi

Manajer Konstruksi VS Manajer Proyek, Ini Perbedaannya!

Perbedaan Manajer Proyek dengan Manajer Konstruksi

Manajer Konstruksi VS Manajer Proyek, Ini Perbedaannya. Meskipun biasa digunakan secara bergantian, manajer proyek sama sekali berbeda dari Construction manager. Manajer proyek mengawasi seluruh proyek mulai dari perencanaan awal hingga penyelesaian dan penyerahan.

Manajer proyek adalah orang yang bertanggung jawab untuk memastikan bahwa proyek disampaikan tepat waktu dan sesuai anggaran, yang melibatkan mereka dalam tugas-tugas pemasaran, pertemuan klien, dan administrasi selain dari tahap konstruksi.

Manajer konstruksi, di sisi lain, adalah yang bertanggung jawab mengawasi dan mengelola seluruh fase konstruksi dan semua proses konstruksi pada suatu proyek. Tanggung jawab utama manajer konstruksi adalah memastikan bahwa proyek pembangunan memenuhi standar dan persyaratan teknis yang disepakati dan sesuai anggaran. Manajer konstruksi juga merupakan penghubung untuk mengelola subkontraktor, personel proyek, dan memastikan bahwa proyek tersebut mematuhi aturan dan peraturan bangunan.

Baca Juga:  Peralatan Bangunan yang Wajib Dimiliki Kontraktor

Manajer proyek biasanya memiliki ruang lingkup manajemen dan pengawasan yang lebih besar daripada manajer konstruksi, dan kedua pekerjaan itu sangat penting untuk menyelesaikan proyek dengan sukses.

Bagaimana Menjadi manajer konstruksi?

Sebagian besar Construction manager biasanya memiliki latar belakang akademis di bidang teknik konstruksi, ilmu bangunan, ilmu konstruksi, atau gelar yang lebih umum seperti teknik, arsitektur, dan matematika. Jika Anda tidak memiliki gelar ini, jangan khawatir.

Anda dapat memperoleh kursus tentang kontrol dan manajemen proyek, desain, kode dan standar bangunan, metode dan bahan konstruksi, dan bidang terkait lainnya yang akan memberi Anda pemahaman tentang industri konstruksi dan kebutuhannya.

Di bagian lain dunia, gelar associate dalam manajemen konstruksi ditambah dengan pengalaman kerja juga merupakan fondasi yang hebat. Bagi mereka yang tidak memiliki gelar akademis, pengalaman kerja sangat mendasar. Negara-negara lain menghargai rute magang, di mana para kandidat melewati semua peran kecil dalam ruang lingkup manajemen proyek dan naik tangga karier.

Sertifikasi adalah cara lain untuk mendapatkan pengetahuan dan kredensial sebagai kandidat untuk menjadi Construction manager. Misalnya, di Amerika Serikat, Institut Kontraktor Amerika dan Asosiasi Manajemen Konstruksi Amerika menawarkan sertifikat untuk manajemen proyek konstruksi.

Peran seorang Manager Construction menjadi semakin terspesialisasi dan kritis ketika transisi industri ke era digital. Bahkan dengan semua otomatisasi, peran Manager Construction ada di sini untuk tetap menjembatani pengetahuan konstruksi dengan teknologi.

Baca Juga:  Beton Kinerja Tinggi, Kelebihan High Performance Concrete (HPC)

Builder Indonesia

Builder ID, Platform Online terdepan tentang teknologi konstruksi. Teknik perkayuan, teknik bangunan, Teknik pengelasan, Teknik Kelistrikan, teknik konstruksi, teknik finishing dan pengecatan. Review produk bangunan, review Alat pertukangan, informasi teknologi bahan bangunan, inovasi teknologi konstruksi

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker