Teknik Las MIG/GMAW: Panduan Lengkap Parameter, Teknik Aplikasi, dan Troubleshooting
Panduan Mengelas MIG (GMAW) untuk Pemula

Kalau SMAW (las elektroda) adalah “bapak” pengelasan — sudah tua, proven, dan masih relevan — maka MIG/MAG (GMAW) adalah standar modern industri manufaktur global. Lebih cepat, lebih mudah untuk pemula, dan menghasilkan deposit yang jauh lebih bersih tanpa terak yang perlu dibuang setelah setiap pass.
Di bengkel otomotif, fabrikasi sheet metal, konstruksi baja ringan, dan lini produksi — MIG adalah proses yang paling dominan. Panduan ini membahas cara kerja, parameter yang perlu dikuasai, teknik aplikasi, dan troubleshooting masalah umum yang sering dihadapi welder MIG dari pemula hingga yang sudah berpengalaman.
MIG vs MAG vs GMAW — Apa Bedanya?
Ketiga istilah ini sering digunakan bergantian, tapi ada nuance penting:
| Istilah | Gas yang Digunakan | Material yang Dilas |
|---|---|---|
| MIG (Metal Inert Gas) | Gas inert murni: Argon (Ar) atau Helium (He) | Aluminium, stainless steel, logam non-ferrous |
| MAG (Metal Active Gas) | Gas aktif: CO₂ murni atau campuran Ar+CO₂ | Baja karbon, baja karbon rendah |
| GMAW (Gas Metal Arc Welding) | Istilah generik AWS yang mencakup keduanya | Semua aplikasi MIG dan MAG |
Di Indonesia, kebanyakan bengkel menyebut semua proses ini “las MIG” — dan kebanyakan menggunakan CO₂ atau campuran Ar/CO₂ (yang sebenarnya adalah MAG) untuk baja karbon karena lebih murah. Untuk kepraktisan, artikel ini menggunakan “MIG” sebagai istilah umum.
Cara Kerja Las MIG
Berbeda dari SMAW yang menggunakan elektroda habis pakai bersalut flux, MIG menggunakan:
- Wire feeder — mengumpan kawat las (wire) kontinu dari gulungan (spool) melalui selang ke welding gun
- Welding gun (torch) — tempat kawat keluar dan arc terbentuk. Juga menyalurkan shielding gas
- Shielding gas — mengalir dari botol gas melalui regulator-flowmeter ke gun, melindungi kolam las dari kontaminasi atmosfer
- Power source (mesin las) — umumnya CV (Constant Voltage) yang menjaga tegangan stabil. Ini berbeda dari SMAW yang menggunakan CC (Constant Current)
Ketika trigger gun ditekan, kawat mengumpan secara otomatis, arc terbentuk antara ujung kawat dan base metal, kawat meleleh dan menjadi filler — semuanya terjadi secara kontinu selama trigger ditekan. Inilah yang membuat MIG jauh lebih cepat dari SMAW yang perlu berganti elektroda setiap beberapa menit.
Parameter MIG yang Harus Dikuasai
1. Tegangan (Voltage)
Tegangan mengontrol karakteristik arc — lebar bead, penetrasi, dan tampilan permukaan. Pada mesin CV, tegangan diset manual dan mesin mempertahankannya konstan.
- Tegangan rendah → bead sempit, cembung, penetrasi dangkal. Suara arc seperti “crackle”
- Tegangan tepat → bead lebar dan rata, suara arc halus seperti “hiss” atau bacon sizzle yang konsisten
- Tegangan tinggi → bead sangat lebar, flat atau cekung, spatter banyak, risiko burn-through
2. Wire Feed Speed (WFS)
Kecepatan pengumpanan kawat mengontrol arus — lebih cepat wire feed = arus lebih tinggi = lebih banyak panas dan penetrasi lebih dalam. WFS dan voltage harus diseimbangkan — ini yang membuat setup MIG lebih kompleks dari SMAW.
3. Panduan Setting Awal Berdasarkan Tebal Material
| Tebal Material | Diameter Wire | Gas | Voltage (V) | WFS (IPM) | Arus (A est.) |
|---|---|---|---|---|---|
| 0,8–1,2 mm | 0,6–0,8 mm | CO₂ atau Ar/CO₂ | 15–18V | 100–200 | 40–80A |
| 1,5–2,5 mm | 0,8–0,9 mm | CO₂ atau Ar/CO₂ | 17–20V | 150–300 | 70–130A |
| 3–5 mm | 0,9–1,0 mm | Ar/CO₂ 75/25 atau CO₂ | 19–23V | 250–400 | 120–200A |
| 6–10 mm | 1,0–1,2 mm | Ar/CO₂ 75/25 | 22–26V | 350–500 | 180–280A |
| >10 mm | 1,2–1,6 mm | Ar/CO₂ 75/25 | 25–32V | 450–700 | 250–400A |
IPM = Inches Per Minute. Angka di atas adalah titik awal — fine-tune di mesin aktual karena setiap mesin sedikit berbeda.
4. Shielding Gas: CO₂ vs Ar/CO₂
| Gas | Kelebihan | Kekurangan | Cocok untuk |
|---|---|---|---|
| CO₂ 100% | Murah, penetrasi dalam, tersedia luas | Spatter lebih banyak, arc kurang smooth | Baja karbon, pekerjaan struktural, budget terbatas |
| Ar/CO₂ 75/25 (C25) | Arc smooth, spatter minimal, bead rapi | Lebih mahal dari CO₂ murni | Sheet metal, otomotif, pekerjaan yang butuh tampilan bersih |
| Ar/CO₂ 80/20 (C20) | Lebih smooth lagi, penetrasi baik | Lebih mahal | Fabrication kualitas tinggi |
| Ar 100% | Arc sangat smooth untuk non-ferrous | Mahal, penetrasi sangat dangkal di baja | Aluminium, stainless, logam non-ferrous |
5. Flowrate Gas
Gas flow terlalu rendah → kolam las tidak terlindungi → porositas. Gas flow terlalu tinggi → turbulensi yang justru menarik udara luar masuk → juga porositas dan pemborosan gas.
Flowrate ideal: 15–25 CFH (7–12 L/menit) untuk kondisi indoor tanpa angin. Outdoor atau area berangin → perlu windshield dan flowrate lebih tinggi (20–35 CFH).
Teknik Mengelas MIG
Posisi Gun: Angle dan Standoff
- Work angle — sudut gun terhadap permukaan material. Untuk fillet weld: 45°. Untuk butt weld datar: 90°
- Travel angle (push vs pull):
- Push (forehand) — gun condong 10–15° ke arah maju. Bead lebih lebar dan flat, penetrasi lebih dangkal. Lebih mudah dilihat ke depan. Default untuk MIG pada baja
- Pull (backhand) — gun condong ke belakang. Penetrasi lebih dalam, bead lebih sempit dan cembung. Cocok untuk material tebal
- Stick-out (CTWD) — panjang kawat yang keluar dari contact tip sebelum arc. Stick-out 6–12mm optimal untuk sebagian besar aplikasi. Terlalu panjang: arus turun, penetrasi kurang. Terlalu pendek: spatter banyak, contact tip cepat aus
Teknik Gerak: Stringer vs Weave
- Stringer bead (lurus) — gerak lurus tanpa weaving. Penetrasi maksimal, heat input minimal. Direkomendasikan untuk MIG secara umum
- Weave bead — gerak zigzag atau circular. Untuk gap yang lebar atau mengisi groove yang besar. MIG weave harus lebih kecil dari SMAW — maksimum 2× diameter wire
Jenis Transfer Arc MIG
MIG bisa beroperasi dalam tiga mode transfer yang berbeda tergantung setting:
| Mode Transfer | Kondisi | Karakteristik | Cocok untuk |
|---|---|---|---|
| Short Circuit | Voltage dan WFS rendah | Kawat menyentuh kolam → short → arc restart. Suara “tst-tst-tst” cepat. Heat input rendah | Sheet metal tipis, out-of-position, root pass |
| Globular | Voltage dan WFS menengah dengan CO₂ | Tetesan besar tidak beraturan. Spatter banyak. Hindari jika bisa | Dihindari oleh welder berpengalaman |
| Spray Arc | Voltage dan WFS tinggi, gas campuran >80% Ar | Transfer sangat halus seperti semprotan air. Deposit bersih, penetrasi baik. Tidak bisa di luar posisi flat/horizontal | Flat dan horizontal welding, material tebal, produksi volume |
| Pulsed MIG | Butuh mesin khusus (pulse capability) | Bergantian antara arus tinggi (spray) dan rendah (background). Kualitas spray dengan heat input lebih rendah | Stainless, aluminium, material sensitif panas |
Masalah Umum MIG dan Solusinya
| Masalah | Penyebab Utama | Solusi |
|---|---|---|
| Porositas (lubang kecil dalam deposit) | Gas flow kurang, angin, material kotor, gas selang bocor | Tambah gas flow, lindungi dari angin, bersihkan material, cek selang |
| Spatter berlebihan | Voltage terlalu tinggi atau terlalu rendah, gas CO₂ murni, stick-out terlalu panjang | Sesuaikan voltage, ganti ke campuran Ar/CO₂, perkecil stick-out |
| Wire “bird nesting” (kawat kusut di feeder) | Burnback (arc membakar ke contact tip), drive roll terlalu kendor atau kencang, liner tersumbat | Bersihkan liner, sesuaikan tekanan drive roll, cek contact tip |
| Burn-through (material berlubang) | Panas terlalu tinggi, material tipis, kecepatan gerak terlalu lambat | Turunkan voltage/WFS, percepat travel speed, gunakan teknik weave untuk distribusi panas |
| Undercut | Voltage terlalu tinggi, travel speed terlalu cepat, work angle salah | Turunkan voltage, perlambat, sesuaikan work angle |
| Incomplete fusion | Voltage terlalu rendah, travel speed terlalu cepat, stick-out terlalu panjang | Naikkan voltage, perlambat travel, kurangi stick-out |
| Contact tip sering lengket/terbakar | Stick-out terlalu pendek, wire feed speed terlalu lambat untuk voltage yang diset | Perbesar stick-out, seimbangkan WFS dan voltage |
Kawat Las MIG: Tipe dan Pilihan
Untuk Baja Karbon
| Kode AWS | Komposisi | Keterangan |
|---|---|---|
| ER70S-3 | Si rendah, Mn rendah | Untuk material bersih, gas CO₂ atau campuran |
| ER70S-6 | Si dan Mn lebih tinggi | Paling umum — toleran terhadap material sedikit berkarat atau ada mill scale |
Untuk Stainless Steel
| Kode AWS | Aplikasi |
|---|---|
| ER308L | SS 304 ke 304 |
| ER316L | SS 316 — tahan asam dan klorida |
| ER309L | Stainless ke baja karbon (dissimilar) |
Untuk melengkapi penguasaan teknik pengelasan, baca artikel teknik pengelasan SMAW sebagai referensi perbandingan dua proses utama. Dan untuk panduan pemilihan elektroda/kawat yang tepat berdasarkan material, lihat panduan elektroda las: kode AWS, jenis, dan aplikasi.
Kesimpulan
MIG adalah proses yang “mudah dipelajari tapi butuh waktu untuk dikuasai.” Setup yang benar — keseimbangan voltage dan WFS, gas flow yang tepat, stick-out yang konsisten — adalah 80% dari keberhasilan. Dengarkan suara arc: suara hiss yang halus dan konsisten seperti air mendidih adalah tanda setting yang mendekati optimal. Latih “telinga” kamu untuk arc yang benar, dan kualitas lasan akan mengikuti.



