Baterai

Baterai Redox Flow, Baterai yang Super Awet dan Aman

Mengenal Baterai Aliran Redox

Baterai Redox Flow merupakan sistem penyimpanan energi dengan menggunakan cairan elektrolit yang terpisah oleh membrane. Kelebihan RFB ini diantaranya; mampu menyimpan energi dalam skala sedang hingga besar, memiliki kemampuan untuk memisahkan kapasitas energi dan daya, daya hidup lama, manajemen dan pemeliharaan termal sederhana, aman, serta kepadatan energi yang rendah.

Selain itu, RFB merupakan salah satu jenis baterai yang andal dan mampu menyimpan energi lebih lama dibanding jenis baterai lainnya. Aplikasi RFB yang telah dikembangkan adalah Vanadium Redox Battery (VRB). RFB jenis ini telah digunakan sebagai penyimpan energi listrik dari sumber listrik terbarukan dengan skala besar.

Negara-negara maju di dunia telah mengembangkan jenis ini. Salah satunya adalah China. Negeri Tirai Bambu ini telah menciptakan Vanadium Redox Flow Battery terbesar dengan kapasitas 200MW/800MWh.

Baca Juga:  Cara Menyimpan Baterai Lithium, Lead Acid, dan NiCad

RFB merupakan baterai cair yang mengalir secara kontinyu dan tersirkulasi. Dibandingkan baterai litium ion, RFB memiliki waktu discharge yang lebih lama dan lifetimenya hingga 10 tahun. Dari segi biaya, RFB membutuhkan biaya yang lebih murah dibandingkan dengan baterai litium ion. Namun, Efisiensi RFB masih lebih rendah dibandingkan baterai litium ion

Saat ini, teknologi RFB yang paling sukses adalah RFB berbahan vanadium atau vanadium redox flow battery (VRFB). Vanadium yang terlarut dalam larutan asam sulfat 5 M digunakan sebagai elektrolit pada anoda dan katoda. Penggunaan logam yang sama pada anoda dan katoda memberikan beberapa keuntungan yaitu tidak terkontaminasinya membran dan elektroda, mengantisipasi penurunan kapasitas dan lifetime yang lebih lama.

 

Cara Kerja Baterai Redox Flow

baterai redox flow

Vanadium (II)/vanadium (III) merupakan pasangan ion logam di sisi anoda sedangkan vanadium (IV)/vanadium (V) merupakan pasangan ion logam di sisi katoda. Vanadium (IV)/vanadium (V) biasanya teridentifikasi sebagai VO2+ dan VO2+.

Baca Juga:  Keunggulan Baterai Blade BYD yang Dilirik Banyak Produsen Mobil

Pengembangan VRFB terkendala oleh harga vanadium dan membran penukar ion yang mahal (Gambar 5a)[7]. Namun, International Renewable Agency (IRENA) memprediksi bahwa pada tahun 2030 biaya instalasi VRFB akan mengalami penurunan hingga 50 USD/kWh dan lifetime yang lebih lama hingga 30 tahun. Selain itu, efisiensinya pun meningkat dari 70% menjadi 78%.

Namun, ada perusahaan lain yang berasal dari Australia membuat terobosan baru yaitu membuat baterai redox flow tanpa menggunakan vanadium. Perusahaan yang bernama Redflow ini membuat elektrolit cair berbahan Zinc dan Bromium.

Redflow Limited, perusahaan publik Australia (ASX: RFX), memproduksi baterai aliran seng-bromin 10kWh kecil yang mentolerir baterai dikuras habis setiap hari. Dipasarkan sebagai ZCell dan ZBM2, baterai Redflow dirancang untuk aplikasi penyimpanan energi stasioner berbasis siklus tinggi dan waktu lama di sektor perumahan, komersial & industri dan telekomunikasi, dan dapat diskalakan dari instalasi baterai tunggal hingga penerapan skala jaringan.

Baca Juga:  Mencegah Pelarian Termal dalam Penyimpanan Sistem Lithium-ion (ESS)

Baterai Redflow dijual, dipasang, dan dipelihara oleh jaringan internasional integrator sistem energi. Baterai cerdas yang melindungi diri dari Redflow menawarkan keunggulan unik termasuk manajemen jarak jauh yang aman, kedalaman debit 100 persen setiap hari, toleransi suhu sekitar yang tinggi, jalur daur ulang yang sederhana, tidak ada kecenderungan untuk pelarian termal dan pengiriman energi berkelanjutan sepanjang masa operasinya.

 

Video Penjelasan dan Desain Baterai Redoxflow

Berikut ini adaalh penjelasan secara audio visual mengenai baterai redoxflow

Builder Indonesia

Builder ID, Platform Online terdepan tentang teknologi konstruksi. Teknik perkayuan, teknik bangunan, Teknik pengelasan, Teknik Kelistrikan, teknik konstruksi, teknik finishing dan pengecatan.Review produk bangunan, review Alat pertukangan, informasi teknologi bahan bangunan, inovasi teknologi konstruksi

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker