Pertukangan Bangunan

Lantai Keramik Menggelembung dan Retak? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Pagi-Pagi Dengar “Krak!” dari Lantai — Familiar?

Kalau kamu pernah tiba-tiba mendengar suara keramik retak sendiri, atau mendapati ada bagian lantai yang kalau diinjak terasa kopong dan sedikit terangkat — itu bukan tanda rumah berhantu. Itu lantai keramik yang menggelembung, dan ini masalah yang lebih sering terjadi dari yang kita kira, terutama di rumah-rumah yang sudah berumur 5 tahun ke atas.

Kabar baiknya: masalah ini bisa dicegah sejak awal, dan kalau sudah terlanjur terjadi, ada cara mengatasinya tanpa harus bongkar seluruh lantai rumah.

Kenapa Lantai Keramik Bisa Menggelembung?

Ada beberapa penyebab utama, dan memahaminya penting supaya kita tidak asal tambal tanpa menyentuh akar masalahnya.

1. Mortar Perekat yang Kurang Berkualitas

Ini penyebab paling umum. Adukan semen-pasir yang terlalu encer, rasio bahan yang tidak tepat, atau semen kualitas rendah membuat daya rekat antara keramik dan lantai kerja tidak optimal. Lama-kelamaan keramik mulai “lepas” dari dasarnya dan terdorong ke atas oleh pergerakan termal.

2. Ekspansi Termal yang Tidak Tertampung

Keramik, seperti material bangunan lainnya, memuai saat panas dan menyusut saat dingin. Kalau nat antara keramik terlalu rapat atau tidak ada expansion joint di area yang luas, tekanan akibat pemuaian tidak punya tempat untuk keluar — dan keramik pun terangkat.

3. Kualitas Keramik di Bawah Standar

Keramik grade rendah punya daya serap air tinggi dan tidak tahan terhadap siklus muai-susut berulang. Lama-kelamaan ikatan antara permukaan bawah keramik dengan mortar melemah.

4. Pengisian Nat yang Tidak Sempurna

Nat yang tidak terisi penuh atau bahan grouting yang terlalu encer membuat air mudah meresap ke bawah keramik. Air yang terperangkap di bawah keramik bisa menyebabkan tekanan saat menguap atau saat musim hujan tiba.

Baca Juga:  Jenis Keretakan Dinding, Penyebab, dan Cara Mengatasinya Secara Tepat

5. Pergerakan Tanah atau Struktur

Rumah di atas tanah labil, dekat jalan raya dengan lalu lintas berat, atau di daerah rawan gempa rentan mengalami pergeseran mikro pada struktur lantai. Getaran dan pergerakan ini bisa merusak ikatan mortar secara perlahan. Ini juga berhubungan erat dengan keretakan dinding yang sering muncul bersamaan — keduanya bisa jadi tanda ada masalah pada pondasi atau struktur.

6. Lantai Kerja Lembab atau Basah

Rembesan air dari dalam tanah (rising damp) yang naik ke lantai kerja adalah masalah yang sering terjadi di rumah tanpa lapisan waterproofing yang memadai. Air ini melemahkan mortar dari bawah secara perlahan.

Cara Mencegah Lantai Keramik Menggelembung

Pencegahan jauh lebih murah daripada perbaikan. Ini yang perlu diperhatikan saat pemasangan:

Pilih Material yang Tepat

  • Gunakan semen berkualitas baik dan pasir bersih tanpa kandungan lempung berlebih. Rasio ideal semen:pasir untuk pasang keramik adalah 1:4 hingga 1:6, tergantung kondisi
  • Pertimbangkan tile adhesive (perekat keramik instan) untuk area basah seperti kamar mandi dan dapur — hasilnya lebih konsisten dan daya rekatnya lebih baik
  • Pilih keramik minimal SNI dengan daya serap air rendah (ISO 13006 Type B1 atau lebih baik)

Teknik Pemasangan yang Benar

  • Rendam keramik sebelum dipasang — minimal 30-60 menit untuk keramik non-glazed atau kualitas menengah. Ini mencegah keramik menyerap air dari mortar terlalu cepat sebelum ikatan terbentuk sempurna
  • Beri jarak nat yang cukup — minimal 2-3 mm untuk dalam ruangan, 3-5 mm untuk area outdoor. Jangan buat nat terlalu rapat
  • Beri celah di tepi dinding — sisakan celah 5-10 mm antara keramik paling tepi dengan dinding, isi dengan bahan fleksibel seperti sealant silikon
  • Terapkan expansion joint untuk area pemasangan yang luas (lebih dari 4×4 meter) atau di lantai atas
  • Pastikan tidak ada rongga udara di bawah keramik — tekan setiap keramik dengan rata dan ketuk ringan untuk memastikan mortar merata
Baca Juga:  Cara Menghitung Kebutuhan Atap Baja Ringan: Rumus, Komponen, dan Tips Lapangan

Perhatikan Grouting

  • Tunggu mortar perekat benar-benar kering sebelum mulai grouting — biasanya 24-48 jam
  • Campurkan bahan grouting dengan kekentalan yang tepat, tidak terlalu encer atau kental
  • Pastikan nat terisi penuh hingga ke bagian paling dalam

Cara Mengatasi Lantai Keramik yang Sudah Menggelembung

Jika Hanya Beberapa Keramik

Kalau kerusakannya lokal dan hanya beberapa keping, kamu tidak perlu bongkar semua. Langkah-langkahnya:

  1. Ketuk keramik di sekitar area yang menggelembung untuk menentukan seberapa luas area yang “kopong”
  2. Bongkar keramik yang bermasalah dengan hati-hati menggunakan pahat dan palu — dimulai dari nat, bukan dari tengah keramik
  3. Bersihkan sisa mortar lama dari lantai kerja hingga bersih dan rata
  4. Periksa kondisi lantai kerja di bawahnya — jika lembab atau retak, tangani dulu sebelum pasang keramik baru
  5. Pasang keramik baru menggunakan tile adhesive (lebih direkomendasikan daripada mortar biasa untuk pekerjaan tambal)
  6. Beri jarak nat yang sedikit lebih lebar dari nat lama untuk mengakomodasi perbedaan ketebalan
Baca Juga:  Cara Memasang Keramik Lantai dan Dinding: Panduan Lengkap dari Persiapan hingga Finishing

Jika Area Kerusakan Luas

Jika lebih dari 30% lantai di suatu ruangan menggelembung atau kopong, pembongkaran total lebih disarankan. Perbaikan tambal-sulam pada area yang luas justru sering tidak merata dan masalah akan kembali muncul dalam 1-2 tahun.

Sebelum pasang ulang, pastikan untuk:

  • Memperbaiki sumber kelembaban jika penyebabnya adalah rising damp — aplikasikan waterproofing pada lantai kerja
  • Meratakan lantai kerja jika ada bagian yang retak atau tidak rata
  • Mempertimbangkan penggunaan floor leveling compound untuk mendapatkan permukaan yang benar-benar rata

Berapa Biaya Perbaikan Lantai Keramik Menggelembung?

Biaya sangat bervariasi tergantung luas area dan penyebabnya. Untuk gambaran kasar:

  • Perbaikan tambal 1-5 keping: Rp 150.000 – 500.000 (tergantung jenis keramik dan jasa tukang)
  • Bongkar-pasang per m²: Rp 80.000 – 200.000 untuk jasa saja, belum termasuk material baru
  • Waterproofing lantai kerja: Rp 50.000 – 120.000 per m² tergantung produk yang digunakan

Untuk referensi biaya tukang dan jasa konstruksi lainnya, kamu bisa cek daftar harga jasa bangunan yang kami update secara berkala.

Kesimpulan

Lantai keramik menggelembung hampir selalu bisa dicegah dengan pemasangan yang benar dan material berkualitas. Kalau sudah terlanjur terjadi, segera tangani sebelum keramik retak dan pecah — karena keramik yang sudah retak bisa menjadi bahaya tersendiri, terutama untuk anak-anak.

Kunci utamanya sederhana: jangan hemat di material perekat, beri nat yang cukup, dan pastikan ada ruang ekspansi di area pemasangan yang luas. Investasi kecil di awal bisa menghindarkan kamu dari biaya perbaikan yang jauh lebih besar di kemudian hari.

Builder Indonesia

Builder ID, Platform Online terdepan tentang teknologi konstruksi. Teknik perkayuan, teknik bangunan, Teknik pengelasan, Teknik Kelistrikan, teknik konstruksi, teknik finishing dan pengecatan.Review produk bangunan, review Alat pertukangan, informasi teknologi bahan bangunan, inovasi teknologi konstruksi

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Non Aktifkan Adblocker untuk Bisa membaca Artikel Kami